fbpx
image
Jl. KH. Abdul Wahab Siamin Villa Bukit Mas, Ruko Raffles RD-07 Surabaya

Senin - Sabtu Jam buka 08.00 – 16.00

Minggu TUTUP

JADWAL MENSTRUASI BERANTAKAN? APA PENYEBABNYA?

JADWAL MENSTRUASI BERANTAKAN? APA PENYEBABNYA?

 

Assalamualaikum sahabat razie

Bunda, jadwal menstruasi berantakan apakah sering membuat kalian risau?

Faktanya, rasa risau dan khawatir selalu akan menyelimuti hati wanita yang mengalami kondisi ini.

Jadwal menstruasi yang berantakan tidak bisa diabaikan begitu saja ya bunda. Karena jadwal menstruasi yang berantakan ini bisa menjadi sinyal bahaya pada tubuh kita.

Siklus menstruasi normal dihitung mulai dari hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. Dengan kata lain, siklus haid yang normal akan berlangsung selama 25 – 38 hari. Jika lebih dari itu, siklus menstruasi masuk dalam kategori tidak teratur.

 

Ada beberapa faktor yang membuat jadwal menstruasi berantakan bunda, berikut penyebab kondisi ini:

1. Stres

Dilanda stres bisa membuat kadar hormon kortisol dalam tubuh meningkat, yang secara tidak langsung akan memengaruhi produksi hormon reproduksi yang mengatur siklus menstruasi. Akibatnya, proses pelepasan sel telur (ovulasi) jadi tidak normal yang berujung pada terganggunya siklus menstruasi.

2. Penggunaan alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi baik yang berbentuk pil minum ataupun KB Spiral (IUD), berisiko menjadi penyebab haid tidak teratur. Sebelum memutuskan untuk memakai suatu jenis kontrasepsi, baiknya mencari tahu terlebih dahulu apa saja kelebihan serta kekurangan kontrasepsi tersebut. Salah satu efek samping penggunaan kontrasepsi adalah mengacaukan siklus menstruasi, karena alat kontrasepsi dapat mengganggu kestabilan reproduksi dalam tubuh.

3. Perubahan berat badan drastis

Tanpa disadari, perubahan berat badan ekstrim entah berkurang atau justru bertambah banyak, bisa mengganggu kerja hormon reproduksi dalam tubuh. Misal, penurunan berat badan drastis akan menyulitkan tubuh untuk memproduksi cukup hormon estrogen yang berguna dalam proses ovulasi.

Menurut Angela Chaudhari, MD seorang ginekolog di Northwestern Memorial Hospital Amerika Serikat penambahan berat badan berakibat pada melonjaknya kadar estrogen yang berpengaruh pada siklus menstruasi.

4. Pre-menopause

Sebelum benar-benar memasuki masa menopause, wanita akan melalui masa transisi dulu yang dikenal sebagai masa pre – menopause. Meskipun mungkin terjadi lebih awal, tapi sebagian besar wanita mendapatkan periode ini saat memasuki usia 40 tahun.

Biasanya, lama waktu berlangsungnya pre-menoapuse adalah empat sampai delapan tahun. Di masa ini, wanita akan mengalami berbagai gejala yang terkait dengan menopause. Salah satunya perubahan di siklus menstruasi, akibat kadar estrogen di dalam tubuh yang tidak menentu.

5. Memiliki PCOS

PCOS atau polycystic ovary syndrome adalah gangguan reproduksi yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki kadar hormon seks (estrogen dan progesteron) yang tidak seimbang, kelebihan hormon androgen atau hormon seks pria, dan memiliki kista kecil di ovariumnya.

Semua hal tersebut yang kemudian mengganggu proses evolusi sehingga mengacaukan siklus menstruasi dua kali dalam sebulan atau bahkan tidak mendapatkan haid selama beberapa bulan.

Cr: Hellosehat.com