fbpx
image
Jl. KH. Abdul Wahab Siamin Villa Bukit Mas, Ruko Raffles RD-07 Surabaya

Senin - Sabtu Jam buka 08.00 – 16.00

Minggu TUTUP

SERING DI SEPELEKAN! KEBIASAAN INI BISA BUAT AREA KEWANITAAN BERJAMUR

SERING DI SEPELEKAN! KEBIASAAN INI BISA BUAT AREA KEWANITAAN BERJAMUR

Apakah area kewanitaan anda bermasalah belakangan ini?

jika iya, coba cek kebiasaan kalian sehari-sehari. Perlu kalian tau, tanpa wanita sadari beberapa kebiasaan sehari-hari bisa ganggu kesehatan area kewanitaan lo.

Sangat di sayangkan, kebanyakan wanita kurang sensitif dan kurang mengenal daerah kewanitaannya sendiri. Inilah yang membuat mereka secara tak sengaja mengabaikan kesehatan area kewanitaan.

Masalah yang muncul pada area kewanitaan tidak bisa diremehkan, jika berlarut-larut, kondisi vagina yang buruk bisa berujung pada infeksi, kondisi vagina kering dan bahkan kemandulan.

Salah satu masalah kewanitaan yang sering di alami wanita adalah area kewanitaan mengalami infeksi jamur. Infeksi jamur pada dinding vagina sering disebut sebagai kandidiasis yang terjadi akibat bakteri atau jamur candida. Wanita yang sudah terinfeksi virus ini biasanya akan mengalami rasa gatal, keputihan dan tidak nyaman pada organ intim.

Dinding rahim secara alami mengandung ragi yang seimbang, termasuk candida serta bakteri baik seperti laktobasilus. Bakteri tersebut mengandung asam dan berfungsi mencegah pertumbuhan ragi yang berlebih di dalam vagina. Jika kadar ragi bertambah besar maka hal ini mampu mengganggu tingkat keasaman dan menyebabkan infeksi jamur. Tingginya tingkat ragi di dalam vagina mampu menyebabkan anda merasa gatal hingga seperti terbakar.

 

Ada beberapa kebiasaan yang sering di sepelekan wanita yang mengakibatkan area kewanitaan berjamur, diantaranya:

1. Membasuh area kewanitaan secara kasar

Membasuh area kewanitaan itu penting, namun kalian harus pastikan membasuh area kewanitaan dengan air bersih, dan kurangi penggunaan sabun bahkan sabun untuk daerah kewanitaan sekalipun. Penting untuk diingat agar sahabat tidak menggosok vagina terlalu keras. Hal ini bisa menyebabkan iritasi dan inflamasi pada jaringan vagina.

2. Memakai baju ketat atau basah

Mengenakan pakaian ketat dan pakaian dalam yang tidak terbuat dari katun adalah kebiasaan yang menyebabkan infeksi jamur. Pakaian-pakaian ini tidak membiarkan udara beredar di sekitar vagina. Jamur tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan gelap. Oleh sebab itu, kelembapan yang disebabkan oleh pakaian ini menciptakan lingkungan yang sempurna untuk ragi tumbuh.

3. Tidak ganti pakaian olahraga

Menggunakan pakaian olahraga yang sudah basah oleh keringat dalam waktu lama bisa mengakibatkan infeksi jamur. Ini karena keringat dan kotoran dari pakaian olahraga bisa mengenai vagina dan mengakibatkan munculnya jamur. Ganti pakaian setelah sekitar 8 hingga 12 jam atau segera setelah berolahraga jika sudah tidak berkeringat.

4. Merokok

Berbagai penelitian telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kebiasaan merokok dan bakteri vaginosis, yang adalah suatu infeksi kronis. Ini karena merokok bisa mengganggu keseimbangan ekosistem di area kewanitaan.

5. Berenang di kolam renang umum

Kolam dapat menyebabkan infeksi jamur karena bahan kimia yang digunakan untuk air kolam (kaporit) dapat mengubah PH Vagina. Meskipun bahan kimia ini digunakan untuk menjaga kolam dalam kondisi baik, mereka membuat candida bertambah banyak.

Cara mencegahnya dengan tidak terlalu lama menghabiskan waktu di kolam renang. Jika sahabat suka berenang, penting untuk mengganti baju renang yang basah sesegera mungkin dan keringkan area kewanitaan dengan handuk katun bersih. Saat mengeringkan area kewanitaan, lakukan dengan hati-hati dan jangan menggosok terlalu keras untuk mencegah iritasi.

6. Menjalani kehidupan yang penuh takanan alias stress

Mungkin hal ini terdengar klise, namun ternyata punya dampak besar untuk kesehatan vagina. Stress dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dan memicu perkembangan infeksi jamur kandidiasis

7. Jarang minum yoghurt

Tidak mengonsumsi yogurt secara teratur bisa mengakibatkan infeksi jamur di area kewanitaan. Dilansir dari Health Line, sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa ramuan madu yang dicampur yogurt lebih manjur daripada krim antijamur generik seperti clotrimazole untuk melawan pertumbuhan jamur penyebab infeksi jamur vagina pada wanita hamil. Campuran madu dan yogurt bisa menyembuhkan 87,7% kasus infeksi sementara krim antijamur tersebut hanya sebesar 72,3%.

Yogurt adalah salah satu obat infeksi jamur vagina alami berkat kandungan probiotik lactobacillusnya. Lactobacillus adalah bakteri baik yang secara alami hidup di sistem pencernaan, saluran kemih, dan juga daerah sekitar vagina.

Cr : Liputan6.com