fbpx
image
Jl. KH. Abdul Wahab Siamin Villa Bukit Mas, Ruko Raffles RD-07 Surabaya

Senin - Sabtu Jam buka 08.00 – 16.00

Minggu TUTUP

SIKLUS HAID TIDAK TERATUR, WASPADA BAHAYANYA!

SIKLUS HAID TIDAK TERATUR, WASPADA BAHAYANYA!

 

Assalamualaikum sahabat razie

Bunda, siklus haid tidak lancar apakah sering membuat kalian risau?

Faktanya, rasa risau dan khawatir selalu akan menyelimuti hati wanita yang mengalami kondisi ini, di mana siklus haid tidak lancar dari biasanya.

Ternyata ada beberapa faktor yang membuat haid tidak lancar lo bunda, seperti kenaikan atau penurunan berat badan yang terjadi secara signifikan, kehamilan atau menyusui, keguguran atau persalinan, stress hingga adanya hingga adanya risiko penyakit terkait rahim dan organ kewanitaan.

Sebaiknya jangan sepelekan hal ini ya bunda. Karena haid tidak lancar menandakan ada yang bermasalah dalam tubuh kita. Berikut daftar bahaya akibat siklus haid tidak lancar:

1. Masalah kesuburan

Hormon yang tidak seimbang akibat siklus haid yang tidak teratur akan berdampak pada masalah kesuburan seorang wanita, karena periode masa subur tidak diketahui dengan pasti. Kesuburan identik dengan proses evolusi (kondisi sel telur siap untuk dibuahi). Gangguan pada hormon inilah yang menjadikan proses evolusi menjadi terganggu.

2. Polip rahim

Sekalipun polip rahim termasuk tumor jinak, polip rahim perlu diwaspadai sebelum berubah menjadi kanker yang ganas. Polip adalah tumbuhnya jaringan dari lapisan organ tertentu ke dalam rongga tubuh. Polip rahim dapat ditemui pada mulut rahim, dan akan menyebabkan pendarahan setelah berhubungan suami istri. Polip biasanya berupa benjolan yang tumbuh pada rongga rahum. Dampak siklus haid tidak teratur, akan sulit menentukan kapan ovulasi akan tiba. Dengan demikian, agak sulit membedakan penyakit ini dengan ketidaksuburan.

3. Kanker rahim

Kanker rahim biasanya akan diawali dengan siklus haid yang tidak teratur. Bisa terlalu cepat atau terlalu lambat, dan dialami dalam jangka waktu yang panjang. Kanker rahim akan diperparah dengan pola hidup yang tidak sehat, walaupun hanya sebagian kecil wanita. Namun sebagian besar wanita yang menderita kanker rahim ini adalah karena dampak siklus haid yang tidak teratur. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan pendarahan di luar siklus menstruasi. Jadi pendarahan yang terjadi belum tentu adalah pendarahan normal akibat menstruasi ya bunda. Lakukan pap smear minimal satu kali dalam setahun untuk mencegah penyakit ini. pap smear berguna untuk mengetahui dan mencegah penyakit yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

4. Sindrom ovarium polilistik

Sesuai namanya, sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang terdapat pada rahim, yang dapat mengurangi tingkat kesuburan. Ini adalah dampak siklus haid tidak teratur yang dialami oleh sabagian wanita. Gejalanya adalah jumlah darah yang sedikit dan perubahan gejala fisik seperti tumbuhnya bulu yang lebat, wajah berminyak dan sering berjerawat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon androgen (dikenal sebagai hormon perkembangan pria) dalam tubuh wanita. Lebih jauh lagi, sindrom ini dapat meningkatkan resiko kanker endometrium, bila jarak haid lebih dari 60 hari, dalam jangka waktu yang berkepanjangan.

5. Kista ovarium

Kista adalah tumor jinak yang berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya dapat bermacam-macam tergantung tingkat keparahannya. Ada yang kecil seukuran kacang, bahkan ada yang besar seukuran buah kelapa. Kista ini bersarang di bagian folikel organ reproduksi wanita. Kista ovarium dapat terjadi karena dampak siklus haid tidak teratur. Seringkali para wanita tidak menyadari adanya kista pada tubuhnya karena kista dalam bentuk yang kecil tidak menyebabkan gangguan. Kista ini akan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa jika ukurannya sudah membesar.

Cr: beautynesia.id